EMPAT buah roket ilmiah buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Desember lalu telah berhasil diluncurkan dengan amat sempurna dari Stasiun Peluncuran Roket Lapan di Cilauteureun Pameungpeuk Garut Selatan Jawa Barat. Roket-roket ilmiah sepanjang 4,03 meter yang diluncurkan dengan sudut kemiringan 75 derajat tersebut berhasil mencapai ketinggian 40 kilometer.
Pada kegiatan peluncuran kali ini roket pertama dimuati dengan instrumen ilmiah berupa akselerometer dan sun sensor. Melalui kedua instrumen tersebut dapat diketahui lintasan serta tingkah laku roket selama berada dalam penerbangan. Sementara roket yang lain dimuati dengan sensor meteorologi yang berfungsi mengukur tekanan serta suhu udara pada setiap ketinggian. Instrumen tersebut pada detik ke 35 setelah "Go" melakukan separasi dan turun kembali ke daratan dengan parasut. Semua disain, instrumen ilmiah berikut sistem separasinya dikerjakan oleh sarjana sarjana usia muda dari Lapan sendiri.
DimonitorORARI.
Untuk pertama kalinya unsur luar yaitu Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) ikut dilibatkan dalam kegiatan peluncuran roket tersebut untuk bersama-sama melakukan monitoring. Melalui frekuensi radio 146,500 MHz data ilmiah yang dipancarkan oleh instrumen ilmiah tadi dapat ditangkap secara jelas oleh stasiun-stasiun penerima ORARI di Bandung, Sukabumi, Jakarta, Cirebon, Yogyakarta, Salatiga, Palembang, Lampung serta Pontianak. Data yang diperoleh baik dari stasiun-stasiun ini maupun hasil penerimaan Lapan sendiri dari lokasi peluncuran selanjutnya akan dianalisa untuk menjadi masukan data meteorologi lapisan atas. Untuk keperluan tersebut Lapan mengharap agar semua stasiun penerima ORARI yang telah berhasil merekam data mengirimkan hasil rekamannya ke Lapan dengan menyebutkan callsign, nama dan alamat masing-masing.
Kerja sama yang sangat positif antara Lapan dan ORARI ini akan terus ditingkatkan pada kegiatan peluncuran berikutnya. Beberapa tenaga dari organisasi tersebut akan ikut mengambil bagian dalam perancangan instrumen ilmiah (payload) yang akan diterbangkan pada peluncuran tahap selanjutnya.
Prototype Roket Sonda.
Peluncuran 4 buah roket yang berhasil baik ini adalah masih dalam rangka uji coba sistem roket ciptaan sendiri untuk mematangkan prototyp roket sonda yang akan diprodusir di dalam negeri untuk menggantikan roket sonda meteorologi Super Loki Dart yang masih diimport dari Amerika Serikat. Maka hasil yang telah dicapai merupakan satu langkah maju yang mantap menuju kemampuan sendiri dalam melaksanakan penelitiari dirgantara yang hasilnya diharapkan akan meningkatkan mutu ilmu pengetahuan dan sekaligus menunjang program Pembangunan Nasional.(LAPAN/ORARI)