Band VHF dan HF Band dengan power dan antenna seadanya dapat QSO dengan mudah ke seluruh pelosok Dunia. Skala tertinggi sunspot mulai tahun 1900-1993 terjadi tahun 1957-1960 menjadi kisah yang menarik bagi Dxer, oleh karena lapisan ionosfir bumi dengan lapisan F (Sky Wave) mempunyai sifat pantul yang baik termasuk dengan gelombang 6 meter dan 20 meter band benar-benar terbuka ke segenap penjuru di dunia ini. Berikut ini tulisan saudara YC0DNW Julianto yang pernah dimuat pada CQ Nusantara Edisi September 1984.
GRANULASI matahari adalah prinsip dari konveksi matahari yang merupakan ratusan struktur "Bubur Nasi" pada tingkat fotosfir di mana terlihat semacam bubur' bila menggunakan teropong 6" atau lebih besar lagi. Walaupun para ahli tidak mengetahui persis penyebab Sun-Spot, dapat dipercaya bahwa mereka dibangkitkan oleh medan magnetik yang sangat besar yang berasal dari dalam matahari. Para ahli juga tidak mengetahui mengapa dapat terjadi medan maknet dekat pusat matahari itu berubah secara siklus atau berulang.
Medan magnetik yang berhubungan dengan Sun-Spot mempunyai kecenderungan memegang partikel dan gas sekelilingnya yang menyebabkan pergerakan melingkar yang relatip stabil, yang sangat jauh berbeda dengan gerak gejolak gas gas di bagian lain dari permukaan matahari. Akibat pergerakan yang relatip stabil ini temperatur Sun-Spot lebih rendah dari pada temperatur sekelilingnya sehingga membuat Sun-Spot kelihatan lebih gelap dibanding bagian tenang di matahari. Bagian hitam ini kita sebut Sun-Spot atau noda matahari. Sun-Spot dan propagasi. Hubungan antara kondisi radio dan Sun-Spot dapat diterangkan oleh kejadian radiasi pengaruh Sun-Spot pada kondisi ionosfir yang merupakan daerah bermuatan listrik di atmosfir bagian atas tentang "Arus listrik pada ionosfir." Ionosfir dapat memantulkan gelombang radio pada gelombang pendek yang dipancarkan dari suatu tempat dan menyebabkan pancaran kembali ke bumi pada jarak yang relatip cukup jauh dari tempat tersebut.
Kalau tidak ada ionosfir, komunikasi jarak jauh tidak mungkin ada sampai satelit ada di atas kepala kita sebagai repeater. Intensitas radiasi matahari yang sampai di atmosfir bagian atas mempunyai jumlah yang berbeda-beda. Kalau kita perhatikan maka kita akan dapat perubahan yang terjadi sejak pagi hingga malam, dari musim ke musim dan lokasi geografi setempat ke tempat lain. Sun-Spot ini umumnya terlihat berkelompok dalam daerah ukuran beberatus mile diameternya sampai 80.000 mile yang cukup besar dije-jerkan 10 buah planit bumi kita dari ujung ke ujungnya Sun-Spot dan group atau kelom-pok Sun-Spot dapat hidup singkat satu hari atau lebih atau mereka tampak beberapa bulan lamanya dalam beberapa rotasi matahari. Tentunya kejadian demikian dapat kita hubungkan dengan adanya badai radio yang diakibatkan Sun-Spot yang kadang kadang terjadi dalam selang sampai dengan 27 hari yang sesuai dengan periode rotasi matahari. Kondisi ionosfir terpengaruh oleh radiasi ultra violet yang datang dari mata hari. Sun-Spot merupakan sumber utama dari radiasi ultra violet. Dengan berubahnya Sun-Spot maka ionosfir akan berkelakuan berbeda dengan tahun-tahun di mana keadaan Sun-Spot minimum. Percobaan menunjukkan kemampuan ionosfir untuk memantulkan frekuensi tinggi ke bumi kembali pada saat Sun-Spot maksimum dari pada tahun-tahun di mana Sun-Spot minimum. Jumlah Sun-Spot matahari dapat mencapai tingkat yang dapat dicatat dengan hasil bahwa kondisi radio tidak bagus penerimaannya pada frekuensi tinggi. Orang-orang yang berkomunikasi dengan mempergunakan gelombang pendek sangat memperhatikan tingkat aktifitas matahari untuk beberapa tahun mendatang untuk dapat menentukan berapa lama kondisi sewmacam itu dapat berlangsung. Dengan mempelajari statistik siklus tahun-tahun yang lalu maka kita dapat memperkirakan siklus berikutnya dengan ketepatan yang beralasan yaitu berdasarkan jumlah Sun-Spot. Pengamatan mahatari. Pengamatan dan perekaman Sun-Spot dimulai semenjak ditemukan teleskop oleh Galileo .Galileo pada tahun 1610 walaupun sebeluruhya Sun-Spot sudah terlihat oleh mata bugil. Observatorium di Zurich, Switzeland, mulai menerbitkan jumlah Sun-Spot dan mengembangkan metoda perekaman keaktifan Sun-Spot. Ruydolph Wolf yang bekerja di Zurich di tahun 1848 menemukan pentingnya perekaman Sun-Spot yang berhubungan dengan keseragaman catatan. Beliau yakin bahwa tempat-tempat pengamatan di dunia ini menggunakan teleskop yang berbeda-beda ukurannya dan kondisi lihat yang tergantung lokasi geografi. Jumlah Sun-Spot Wolf (Wold Sun-Spot number) didasarkan dari persamaan R = K (10 g + f) di mana R adalah jumlah Sun-Spot relatif K faktor yang diambil dengan memperhitung-kan ukuran teleskop kekuatan, lokasi dan kondisi lihat (seeing) G adalah jumlah kelompok Sun-Spot yang teramati F jumlah total Sun-Spot yang termaduk dalam penampakan group. Wolf mempunyai alasan bahwa group Sun-Spot adalah sangat penting sebagai indek aktifitas matahari dari pada noda matahari tunggal. Pemberat yang diberikan yaitu dengan memperkalikan jumlah group dengan faktor 10. R ini adalah jumlah Sun-Spot relatip yang merupakan indek aktifitas matahari dibanding jumlah Sun-Spot pada saat itu. Sejak jumlah relatip Sun-Spot berubah dari hari ke hari, maka para ahli merekam jumlah Sun-Spot secara rata-rata sehingga ada kecenderungan pada pengamatan yang lebih teliti. Jumlah Sun-Spot diratakan oleh rata-rata setiap jumlah R tiap harinya selama periode satu bulan. Hal ini berarti jumlah relatip Sun-Spot rata-rata dengan simbul RM dapat dicatat di sini Wolf menggunakan rekfraktor Fraunhoffer dengan apertur 8 cm dan panjang fokal 110 cm dan dengan penguatan 64. Sampai seka-rang lebih dari 30 observatorium dan jumlah amatir bersama-sama mengirimkan sta-tistik Sun-Spot ke Zurich. Kelakuan Sun-Spot. Kita sekarang berada di siklus Sun-Spot ke 21.
Berdasarkan siklus 20 beberapa kesimpulan dari kelakuan siklus matahari yang diamati adalah:
-Periode rata-rata siklus Sun-Spot dari minimum ke maksimum dan kembali ke minimum lagi adalah 10,8 tahun.
-Periode rata-rata dari mulainya siklus (minimum) ke maksiumum lebih keci71 sedikit dari 4 tahun.
-Periode rata-rata dari siklus maksimum ke minimum kurang lebih 6,7 tahun.
Gambar menunjukkan komposisi gambar rata-rata siklus 8 sampai dengan 20 yang merupakan periode total dari rata-rata yang telah didapat dan digambarkan bersama-sama siklus 18, 19 dan 20.
Siklus 19 sangat menjadi perhatian oleh karena sangat kuat intensitasnya selama pengamatan yang dilakukan. Siklus mulai pada bulan April 1954 dengan jumlah Sun-Spot 3,3 selama 30 bulan jumlah benar-benar melampaui siklus 3 yang mencapai puncaknya 159 di tahun 1778 yang merupakan puncak tertinggi dalam rekaman sejarah Sun-Spot. Kondisi ketika maksimum siklus 19 menjadi kisah yang menarik oleh karena ionosfir dengan lapisan F (Sky Wave) mempunyai sifat pantul yang baik termasuk dengan gelombang 6 meter dan 20 meter band. Band-band itu benar-benar terbuka ke segenap penjuru di dunia ini. Pada tahun antara 1957 sampai 1959 DX Televisi benar-benar berhubungan dengan lapisan F pada frekuensi Very High (VHF) untuk kanal-kanal 2,3 dan 4. Siklus 20 merupakan siklus normal mencapai maksimum 111 di bulan November 1968. Siklus 20 mempunyai lembah yang panjang dibanding siklus rata-rata yang pernah diperhatikan. Bagi pemula yang ingin ikut dalam pengetahuan ini nampaknya membuat suatu tanda tanya besar yang benar-benar dapat kita kaji bersama-sama apakah tanda tanya itu. Dari pengaruh yang besar dari matahari kita dapat mengkaitkan apa yang ada di sekitar kita, lain kali kita coba lagi. (YC0DNW/YC0VM)
GRANULASI(3)
Granulasi Movie
Sun-Spot
Sun-Spot Graphic 1900-2000
Catatan Sun-Spot 1995-2005

Sun-Spot Prediction 1996-2008
Solar Flux
Magnettosphere
Permukaan Matahari dilihat dengan Photo sinar Xray

Sunspot tahun 2006
Permukaan Matahari dilihat dengan Photo sinar Xray (Movie)